Seperti yang sudah kita ketahui saat ini, bahwa sekarang sedang ada sebuah arena perseteruan antar mahasiswa terbaik dari berbagai universitas dalam negeri hingga universitas luar negeri. Arena ini dikenal dengan nama Clash of Champion.
Clash of Champion atau yang kerap kali disingkat COC merupakan sebuah arena yang diusung oleh salah satu platform belajar online berbasis aplikasi yang dimana para mahasiswa terbaik di adu untuk mencari yang terbaik dari yang terbaik. Sehingga para mahasiswa ini akan saling beradu kepintaran dan keberuntungannya agar tidak tereliminasi.
Berbagai macam background mahasiswa ada di arena ini.
Mulai dari yang juara nasional hingga juara internasional, yang menjadi terbaik di kampusnya hingga yang dapat berkuliah di universitas terbaik di dunia pun ikut andil dalam arena ini dan semuanya berkebangsaan indonesia.
Acara ini telah berjalan sejak 29 Juni 2024 yang dapat kamu saksikan di Youtube. Sampai saat ini acara tersebut sudah berjalan hingga 5 episode dan selalu menjadi perbincangan hangat oleh para netizen. Nah tapi selain perseteruan dalam arena, di luar arena pun terjadi perseteruan antar netizen. Hal ini, memberikan dampak positif dan negatif dari acara ini. Beragam komentar dilancarkan baik untuk keseluruhan acara ini maupun untuk para pesertanya.
PERLU GA SIH DEBAT-DEBAT KAYAK GITU?
Perdebatan sebenarnya biasa terjadi. Namun, dapat menjadi tidak biasa ketika hal yang diperdebatkan adalah hal yang sebenarnya ga perlu-perlu amat. Seperti yang pernah beberapa kali terjadi di media sosial khususnya Twitter atau X.
Dalam media tersebut orang-orang bebas untuk membahas hal apapun. Kebebasan ini lah yang dimanfaatkan oleh orang-orang untuk membahas sesuatu yang tidak perlu.
Terkadang, hingga membuat pertikaian sosial didalamnya. Namun, biasanya konflik tersebut tidak berlangsung lama. Layaknya sebuah korek yang ditinggal ngedip aja langsung ilang tuh korek. Begitupun konflik dalam media sosial.
Jadi ya tidak masalah silahkan saja. Namun, sebaiknya bijaklah dalam menggunakan media sosial. Toh pengguna media sosial pun kan memiliki akal dan etika. Gunakan juga hal itu dalam menggunakan media sosial.
BIASALAH SDM KITA EMANG PADA BEGITU
Bicara soal etika dalam media sosial dan tingkah laku orang dalam media sosial memang tidak ada habisnya. Terkadang apa yang kita anggap benar malah justru dianggap keliru oleh orang lain. Tidak jarang, pengguna media sosial membenarkan statementnya yang justru menurut pandangan khalayak umum itu salah.
Ada yang menganggap bahwa Clash of Champion ini untuk ajang pamer bahwa orang-orang tersebut dapat berkuliah sehingga tidak memikirkan orang yang tidak dapat berkuliah.
Seringkali, netizen itu memiliki pandangan yang keliru dan lebih membawa pandangan negatif terhadap sesuatu.
Padahal melalui acara ini justru dapat dijadikan motivasi untuk kalangan muda untuk dapat menjadi seseorang yang lebih lagi dari hari ini, bukan untuk menjadikan rendah pada diri sendiri.
Coba kalau semua anak muda punya pandangan seperti itu, negara ini akan jauh lebih baik dari hari ini. Sangat disayangkan saja, jika masih ada orang yang memiliki pandangan seperti itu terlebih lagi kalangan muda.
DIBALIK HAL NEGATIF PASTI ADA POSITIFNYA DONG
Ga melulu tentang hal negatif kok. Melalui acara ini tentu memunculkan beragam respon dari para netizen yang budiman. Seperti beberapa netizen menjadikan acara ini sebuah motivasi untuk dirinya agar bisa menjadi lebih baik lagi dari para peserta.
Bahkan lebih jauh dari itu, para kaum millenials justru memandang hal ini menjadi motivasi agar nantinya memiliki pengetahuan parenting agar anaknya kelak dapat seperti mereka-mereka ini.
Ya begitulah terkadang hal yang sederhana pun bisa jadi luar biasa tergantung dari bagaimana kita melihatnya.
Selain itu, semenjak acara ini berlangsung, saya merasa atmosfer di media sosial tidak sepanas saat beberapa bulan lalu ketika masa pemilu. Seolah kembali hadir secercah harapan anak muda untuk membangun negeri ini lebih baik lagi.
CLASH OF CHAMPION DAPAT JADI LANGKAH AWAL
Acara ini tentunya memiliki dampak yang cukup besar dalam mempengaruhi anak muda. Sehingga menurut saya melalui acara ini dapat menjadi langkah awal untuk membangun kembali semangat anak muda untuk memajukan tempat lahirnya, tempat hidupnya dan tempat berkembangnya.
Saya harap kedepannya akan lebih banyak lagi acara-acara hiburan yang serupa yang tidak hanya menghibur juga sekaligus mendidik. Tidak melulu acara-acara pembodohan publik, memang acara-acara tersebut hanya untuk keperluan hiburan. Namun, apa salahnya jika bisa sekaligus memberikan pelajaran meskipun sedikit daripada membodohi publik.
Saya juga berharap kepada para pemuda termasuk saya agar kita dapat lebih terbuka lagi dalam memaknai sesuatu.
Masa jika ada sesuatu yang seharusnya bagus dan dapat memberikan energi positif kepada publik harus selalu dibumbui dengan energi negatif melalui tanggapan netizen.
Pendapat memang miliki segala kalangan. Namun, setidaknya dapat lebih bijak dalam berpendapat terhadap sesuatu.
Komentar
Posting Komentar